Pages

Tampilkan postingan dengan label KKP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKP. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2015

UNDANGAN WORKSHOP PEMUTAKHIRAN, VALIDASI DAN EVALUASI DATA SIMLUH KP TAHAP I TAHUN 2015


Dalam rangka pemantapan operasional Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan KP (SIMLUH KP) tahun 2015. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan BPSDMKP akan terus melanjutkan operasional SIMLUHKP di pusat, provinsi dan kabupaten/kota termasuk UPT lingkup KKP.   Selain operasional, pemanfaatan data SIMLHUKP akan diperluas sehingga semakin banyak instansi yang memanfaatkan data SIMLUHKP sebagai salah saty referensi utama data sistem penyuluhan KP.  Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam kegiatan workshop dan sosialisasi serta pembinaan bagi admin Provinsi dan Kabupaten/Kota serta perwakilan penyuluh perikanan pusat terpilih yang belum mengikuti kegiatan sejenis.  

Jumat, 23 Januari 2015

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN LARANG PENANGKAPAN IKAN DI LAUT BANDA

Menteri Kelautan dan Perikanan menerbitkan aturan baru. Kali ini, Susi Pudjiastuti melarang kegiatan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Negara Republik Indonesia 714 atau lebih dikenal dengan perairan Laut Banda, Kepulauan Maluku yang terhubung dengan Teluk Tolo di Sulawesi Tengah.

Rabu, 14 Januari 2015

ANALISIS SERTA STRATEGI PENANGGULANGAN KEGIATAN IUU FISHING DI PERAIRAN INDONESIA

Oleh : Firman Pra Setia Nugraha, S.St.Pi *)

Kita mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang kaya akan sumber daya hayati maupun non hayati. Letak Indonesia yang diapit oleh Samudera Pasifik dan Samudera Hindia yang merupakan jalur lalu lintas pelayaran internasional baik perdagangan maupun transportasi merupakan daerah yang sangat strategis. Sumber daya hayati laut yang terkandung di dalamnya sangat potensial, baik untuk bahan baku industri, kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya. Dengan garis pantai sepanjang 81.000 km dan luas laut termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia seluas 5,866 juta km2 (Gany, 2000)[1], sangat memungkinkan bila sektor ini diharapkan menjadi tulang punggung pembangunan Indonesia di masa depan.

Kamis, 08 Januari 2015

Sambut MEA 2015, Kapasitas 73.279 SDM Ditingkatkan

Jakarta – Jelang diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015, Kementerian  Kelautan  dan  Perikanan  (KKP) sangat  menyadari peran strategis SDM sektor kelautan dan perikanan sebagai agen perubahan. Sebab, dalam MEA mendatang, masyarakat dihadapkan pada persaingan global. Masyarakat dituntut memiliki daya saing serta nilai tambah. Untuk itu, KKP melalui Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) telah menyelenggarakan berbagai kegiatan di bidang pendidikan, pelatihan maupun penyuluhan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sehingga produktivitas dan pendapatan yang dihasilkannya bertambah. Alhasil, kehidupan masyarakat di sektor ini menjadi lebih sejahtera. Hal ini dikarenakan KKP menyadari bawha pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan,adalah kunci keberhasilan memenangi persaingan MEA 2015.

Jumat, 02 Januari 2015

KEPALA BPSDMKP AJAK MASYARAKAT TANAM BIBIT MANGROVE DAN KEMBANGKAN KOMERSIALISASI USAHA PERIKANAN DI TAMBAK ALAS

PUSLUH (02/01/2014) Di penghujung tahun tepatnya 30/12/2014,  Kepala BPSDM KP canangkan Gerakan Konservasi di Pusat Studi Mangrove Stasiun Lapang Poltek KP Sidoarjo yang berlokasi di Desa Pulonkerto, Kecamatan Kraton, Pasuruan, Jawa Timur.  Kegiatan ini sangat penting dalam pembangunan kelautan dan perikanan khususnya aspek pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan.  
Dr. Suseno Sukoyono, Kepala BPSDM KP menyampaikan pesan bahwa gerakan konservasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, dapat mengelola dan memanfaatkan potensi sumberdaya pesisir dan laut secara terpadu dan berkelanjutan.  Peran pendidikan dilakukan melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan guru, dosen dan taruna/i. Pelatihan berperan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari kegiatan yang dilakukan masyatakat, sedangkan peran penyuluhan dalam menggerakan masyarakat untuk menjaga dan melestarian ekosistem mangrove untuk keberlanjutan pembangunan. 

Selasa, 16 Desember 2014

KKP AKAN MENYEBAR PENYULUH PERIKANAN KE DAERAH

(Berita Daerah – Nasional) Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyebar penyuluh perikanan terlatih ke seluruh daerah di Indonesia agar dapat mendukung upaya peningkatan produksi ikan Indonesia. Peran penyuluh perikanan semakin penting sebagai konsultan, penasehat dan pendamping masyarakat dalam mengembangkan usaha dibidang kelautan dan perikanan.

Kamis, 30 Oktober 2014

PESAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN BAGI PENYULUH PERIKANAN DI INDONESIA

Kehadiran Ibu Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan yang baru pada Kabinet Kerja tahun 2014-2019 benar-benar disambut hangat baik oleh jajaran pejabat dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan maupunstakeholder KP lainnya.  Lebih dari 4.000 orang hadir dalam serah terima jabatan sekaligus perkenalan dengan seluruh pejabat dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gedung GMB III Jakarta hari Rabu (29/10/2014).
 

Blogger news

Blogroll

About